•April 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Impian dan cinta
akan saling memberi
satu sama lain
dengan apa yang
dilakukan matahari…
ketika mendekat malam
dan…
di lakukan bulan
ketika…
mendekati pagi
adakah jauh perjalanan ini
cuma selenggang
coba kalau bisa letih
lantas bagaimana?
pada daun gugur tanya sendiri
dan…
sama lagu melembut jadi melodi

bahasan : a.aliran puisi adalah romantisme
b.nilai entrensik adalah nilai budaya
c.menggunakan majas personofikasi
d.berima datar
e.suasana mendayu-dayu

•Februari 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

pUisi karya Amir Hamzah
1.Muka Depan
2.Padamu Jua
3.Barangkali
4.Hanya Satu
5.Permainanmu
6.Tetapi Aku
7.Kerana Lasihmu
8.Sebab Dikau
9.Doa
10.Hanyut Aku
11.Taman Dunia
12.Terbuka Bunga
13.Mengawan
14.Panji Di Hadapanku
15.Memuji Dikau16.Kurnia
17.Doa Poyangku
18.Turun Kembali
19.Batu Belah
20.Di dalam Kelam
21.Ibuku Dehulu
22.Insaf
23.Subuh
24.Hari Menuai
25.Astana Rela

•Februari 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Novel karya Nh.Dini

* Dua Dunia (1956)
* Hati Yang Damai
* La Barka (1975)
* Dongeng Dari Calia (1981)
* Pangeran Dari Seberang (1981)
* Kuncup Berseri (1982)
* Tuileries (1982)
* Segi Dan Garis (1983)
* Peri Polybotte (Dongeng Prancis 1983
* Orang-orang Tran (1983/1985)
* Sampar (1985)
* Jalan Bandhungan (1989)
* Pada Sebuah Kapal (Novel 1972/1985)
* Namaku Hiroko (Novel 1986)
* Sebuah Lorong Di Kotaku (Novel 1986)
* Pertemuan Dua Hati (Novel 1986)
* Keberangkatan (Novel 1987)
* Pada Ilalang Dibelakang Rumah (Novel 1987)
* Langit Dan Bumi Sahabat Kami (Novel 1988)
* Sekayu (Novel 1988)
* Tirai Menurun (Novel 1993)

•Februari 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

karya lainya novel Nh.Dini

Pada Sebuah Kapal (1972),
La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977),
Orang-orang Tran (1983),
Pertemuan Dua Hati (1986),
Hati yang Damai (1998)

•Februari 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

-Sutan Takdir Alisjahbana
1. Tak Putus Dirundung Malang
2. Dian jang Tak Kundjung Padam (1948)
3. Anak Perawan Di Sarang Penjamun (1963)
4. Layar Terkembang (1948)
5. Tebaran Mega (1963)

• Nh. Dini
1. Dua Dunia (1950)
2. Hati jang Damai (1960)

•Februari 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kumpulan puisi-puisi karya Chairil Anwar

(1948)
Siasat,
Th III, No. 96
1949

MALAM

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
–Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

Zaman Baru,
No. 11-12
20-30 Agustus 1957

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(1948)
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

(1948)

Liberty,
Jilid 7, No 297,
1954
________________________________________
Thursday, April 03, 2003
Posted 6:01 AM by camar
AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943
Posted 6:01 AM by camar

PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

Maret 1943
Posted 5:59 AM by camar

HAMPA

kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
Posted 5:59 AM by camar

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943
Posted 5:58 AM by camar
SAJAK PUTIH

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…
Posted 5:58 AM by camar
SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

1946
Posted 5:58 AM by camar
CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

1946
Posted 5:57 AM by camar

MALAM DI PEGUNUNGAN

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

1947
Posted 5:57 AM by camar
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS

kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

1949
Posted 5:53 AM by camar
DERAI DERAI CEMARA

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

1949

Taufik Ismail
Kembalikan Indonesia Padaku

Hari depan Indonesia adalah duaratus juta mulut yang
menganga
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang
menyala bergantian.
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong
siang-malam, dengan bola yang bentuknya seperti
telur angsa
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang
tenggelam karena seratus juta penduduknya.
Kembalikan
Indonesia
padaku.
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main
pingpong siang malam dengan bola telur angsa di
bawah sinar lampu 15 wat.
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan
tenggelam lantaran berat bebannya kemudian
angsa-angsa berenang di atasnya.
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang
menganga, dan di dalam mulut itu ada bola-bola
lampu 15 wat, sebagian putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian.
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang
berenang-renang sambil main pingpong di atas
pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta
bola lampu 15 wat ke dasar lautan.
Kembalikan
Indonesia
padaku.
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong
siang malam dengan bola yang bentuknya seperti
telur angsa
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang
tenggelam karena seratus juta penduduknya.
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang
menyala bergantian.
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang
menganga.
Kembalikan
Indonesia
padaku.

Amir Hamzah

SUBUH

Kalau subuh kedengaran tabuh
semua sepi sunyi sekali
bulan seorang tertawa terang
bintang mutiara bermain cahaya

Terjaga aku tersentak duduk
terdengar irama panggilan jaya
naik gembira meremang roma
terlihat panji terkibar di muka

Seketika teralpa;
masuk bisik hembusan setan
meredakan darah debur gemuruh
menjatuhkan kelopak mata terbuka

Terbaring badanku tiada berkuasa
tertutup mataku berat semata
terbuka layar gelanggang angan
terulik hatiku di dalam kelam

Tetapi hatiku, hatiku kecil
tiada terlayang di awang dendang
menanggis ia bersuara seni
ibakan panji tiada terdiri.

Amir Hamzah

pilih pacar….

•Februari 2, 2008 • 1 Komentar

nada pesan berbunyi  dari meja belajarnya Diva seorang pelajar kelas 3 SMA swasta.

pesan di terima: ‘eh kamu pelacur ya?’

apa……Diva schok dan bertanya-tanya siapa yang mengirim pesan seperti itu

tiba-tiba Elis datang bersama pacarnya Epul,”kenapa kamu Va,tanya Elis

duh…kebetulan sekali kamu datang,eh tau ga seh aku dapat sms seperti ini,sakit hati banget deh….sambil memperlihatkan sms tadi.

Gila,,,,siapa seh yang sms kayak gini,gimana kalau aku sms dia pake HP kamu Elis?aku marahin dia deh…’sambung Epul

iya jahat banget deh,neh HPnya….celetus Elis

hari pun berganti Elis berada di ruang keluarga berkumpul bersama keluarganya dan dia membiarkan HPnya di atas meja.tanpa dia sadari ibunya membaca item terkirim yang berisikan tentang sms kepada orang yang sms  pelacur kepada Diva.

ibunya memari Elis dan bilang”Oh….jadi selama ini kamu pelacur??mamah ga nyangka banget,mamah kecewa,kamu tau ga seh mamah itu sekolahkan kamu tinggi-tinggi buat ngebahagiain mamah sama papah tapi kamu….

mamah dengar dulu,mamah salah paham??potong Elis, yang ngetik sms itu bukan aku tapi Diva,kalau ga percaya aku bawa dia kesini deh….

dan Diva pun udah ada di rumah Elis,Diva hanya terdiam karena Elis bilang ke ibunya semua yang ngetik sms itu Diva.Gila….itu berarti aku benar-benar pelacur dong,cetus Diva dalam hati.

Elis menangis karena ibunya bilang kenapa dia harus ikut-ikutan,Diva kan bukan siapa-siapa dia….dan Elis pun keluar menggandeng Diva dan meminta Diva membawanya kerumah Diva.

dengan bodohnya Diva menurut saja,setelah sampai di rumah Elis di jemput sama pamanya pulang dan Elis pun pulang.dan Diva baru menyadari kalau dirinya itu di fitnah di depan ibu Elis padahal kan yang ngetik sms itu bukan Diva melainkan Epul pacarnya.dan Diva pun mengirim pesan : Lis,kamu tega banget ya,kamu udah fitnah aku di depan ibu kamu dan pada akhirnya aku benar-benar jelek di mata ibu kamu.dan Elis pun membalasnya : eh asal kamu tau ya,aku tuh niatnya bantu kamu,wajar lah aku bela diri.

benar-benar gila Elis dia bilang bela diri???berarti dia lebih memilih pacar di banding sahabat yang udah 4 tahun berjalan dan hancur hanya karena gara-gara masalah ini pesan itu di kirim ke Elis.dan mereka pun menjadi seperti musuh dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk tidak saling mengenal lagi.

a. amanat : makanya pandai-pandailah mencari sahabat dan berhati-hatilah karena bisa saja sahabat yang kita anggap sebagai sahabat sejati ternyata menusuk dari belakang.

b. Latar : di rumah

c. Tema : Lebih memilih pacar di banding sahabat

THE CLENCHED SOUL

•Februari 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

we have lost event this twilight

no one saw us this evening hand in hand

while the blue night dropped on the world

i have seen from my window

the fiesta of sunsen in the distant mountain tops

sometimes a place of sun

burned like a coin between my hands

I remembered you with my soul clenched

in that sadness of mine that you know

where were you than?

who else was there?

saying what?

why will the whole of love come on me suddenly

when i am sad and feel you are far away?

the book fell that is always turned to at twilight

and my cape rolled like a hurt dog at my feet

always,always you recede through the evenings

towards where the twiligt goes erasing statues

BINTANG

•Februari 1, 2008 • 5 Komentar

inginku terbang jauh

melewati samudra

menembus langit ke tujuh

yang membentang di angkasa

dan

menggapai sinar bulan

di ujung,antara dua dimensi

dalam larutnya kasmaran

pancasona

saat gelap malam menguasai

SAHABAT ITU…..

•Januari 31, 2008 • 1 Komentar

sahabat itu bagaikan bintang….

meski jauh dilangit sana

masih tetap terlihat

dan

sahabat itu…..

bagaikan kaca

bila pecah maka

susah untuk di satukannya lagi

meski pecahan-pecahan itu

di perbaiki tapi tidak akan pernah

bisa menjadi seperti yang dulu

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.